AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Miliki Aset Senilai Rp100 Miliar, Masril Koto si Pendiri Bank Petani

INSPIRATOR
Shelma Rachmahyanti
Sabtu, 02 April 2022 13:27 WIB
Masril Koto adalah pendiri Bank Petani dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKMA) bernama Prima Tani di Sumatera Barat.
Miliki Aset Senilai Rp100 Miliar, Masril Koto si Pendiri Bank Petani
Miliki Aset Senilai Rp100 Miliar, Masril Koto si Pendiri Bank Petani

IDXChannel – Profil Masril Koto akan diulas dalam artikel ini. Masril Koto adalah pendiri Bank Petani dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKMA) bernama Prima Tani di Sumatera Barat.

Melansir berbagai sumber, Sabtu (2/4/2022), Masril Koto bersama teman petani lainnya merintis lembaga keuangan tersebut sejak 2002. Namun, hal itu tidak berjalan mulus karena berbeda visi.

Sebagai informasi, sistem LKMA yang dia dirikan itu kemudian diadopsi oleh pemerintah dan menjadi cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) nasional.

Sekitar tahun 2010-2011, Masril memutuskan mengembangkan sendiri lembaga tersebut dengan cara berkeliling di Sumatera Barat. Ia mulai dari petani ke kelompok petani hanya dengan membawa ide-ide saja.

Masril Koto sebenarnya adalah seseorang yang tidak tamat sekolah pada tingkat sekolah dasar (SD). Dia memutuskan untuk meninggalkan sekolah dasar saat duduk di kelas 4. Hal ini karena masalah keuangan.

Walau tidak tamat SD, Masril Koto berhasil mendirikan kurang lebih 580 LKMA yang tersebar di se-antero Sumatera Barat yang semuanya memiliki aset mencapai Rp100 miliar. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD