AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Perbankan hingga Properti, Intip Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara

INSPIRATOR
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 09 April 2022 07:02 WIB
Sumber kekayaan Hartono bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sebagai “bos besar” dari Djarum Group memang banyak lini bisnis.
Perbankan hingga Properti, Intip Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara. (Foto: Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara)
Perbankan hingga Properti, Intip Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara. (Foto: Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara)

IDXChannel - Sumber kekayaan Hartono bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sebagai “bos besar” dari Djarum Group memang banyak lini bisnis yang menjadi sumber pendanaan utama mereka.

Mengutip daftar miliarder real-time Forbes, nama Robert B. Hartono menduduki puncak daftar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD22 miliar atau sekitar Rp314 triliun. Di tempat kedua adalah nama saudaranya Michael B. Hartono, yang memiliki kekayaan gabungan USD21,2 miliar atau sekitar Rp303 triliun.

Sumber Kekayaan Hartono Bersaudara

Dikutip berbagai sumber, berikut beberapa sumber kekayaan Hartono bersaudara:

1. Rokok 

Kekayaan keluarga Hartono berawal dari sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia, PT Djarum. Usaha ini dimulai oleh ayahnya, Oei Wie Gwan, yang membeli perusahaan tembakau Indonesia yang bangkrut pada tahun 1951 dan menamakannya Djarum. Setelah itu, perusahaan rokok di Kudus, Jawa Tengah terus berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di tanah air.

2. Perbankan 

Selain bisnis tembakau, Hartono bersaudara juga merambah perbankan melalui akuisisi BCA. Bank tersebut sebelumnya dipimpin oleh Sudono Salim yang dilanda krisis keuangan tahun 1998. Saudara-saudara Hartono juga memilih membeli saham BCA di tengah krisis. Kini, keduanya menguasai BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan dengan kepemilikan 54,94% atau 67,72 miliar saham. Per 18 Januari 2022, kapitalisasi pasar emiten dengan kode saham BBCA ini mencapai Rp946,14 triliun.

3. Menara Telekomunikasi 

Saudara-saudara Hartono memiliki perusahaan menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui PT Sapta Adhikari Investama. Kepemilikan saham TOWR adalah 54,35% atau 27,73 miliar saham, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp53,31 triliun.

Tahun lalu, TOWR mengakuisisi mayoritas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melalui anak usahanya, PT Professional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) untuk mengkonsolidasikan bisnisnya ke depan.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD