AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Produksi Sepeda dari Bambu, Warga Blora dapat Dukungan Bupati untuk Promosi Bisnis

INSPIRATOR
Heri Purnomo
Selasa, 26 Juli 2022 11:40 WIB
Warga Blora Mohammad Soim mendapat apresiasi dan dukungan dari Bupati Blora untuk kembangkan produksi sepeda dari bambu.
Produksi Sepeda dari Bambu, Warga Blora dapat Dukungan Bupati untuk Promosi Bisnis (Dok.MNC)
Produksi Sepeda dari Bambu, Warga Blora dapat Dukungan Bupati untuk Promosi Bisnis (Dok.MNC)

IDXChannel- Mohammad Soim (45) warga desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah memiliki jiwa seni yang unik.

Ia mampu mengubah pohon bambu menjadi sebuah sepeda yang unik dan bisa dinaiki layaknya sepeda lainnya hasil buatan pabrikan.

Awalnya ia hanya meniru setelah ia melihat distasiun televisi yang menayangkan sepeda dari bambu di kota Bali. 

Dengan peralatan seadanya dan kemampuan outodidak, ia mencoba memanfaatkan bambu di sekitar rumahnya yang selama ini tidak dimanfaatkan, untuk dibuat menjadi sebuah sepeda bambu.

"Di 2004 saya sudah membuat sepeda bambu, awalnya hanya iseng saja," kata Soim kepada awak media, Selasa (26/7/2022).

Namun setelah ide tersebut diaplikasikan, ternyata mendapat respon positif dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Dari situlah ia mulai menekuni pembuatan sepeda bambu ini.

Adapun sepeda bambu tersebut lebih menghilangkan material besi khususnya pada bagian-bagian vital. Seperti rangka, stang kemudi, dan lain-lain. Rangka sepeda itu terbuat dari material bambu.

Tidak hanya rangka, namun sampai dengan stang kemudi dan sampai pernak-pernik yang lebih rinci. Bambu yang digunakannya pun hanya satu jenis, yakni ‘Ngori’. 

Alasannya, memiliki serat yang lebih rapat, kokoh, dan tentunya lebih awet. Pelan-pelan ia kumpulkan material bambu yang bentuknya sesuai dengan kebutuhan dari sebuah bangunan sepeda.

Seperti spakbor, ia mencari bambu yang melengkung sampai setengah lingkaran. Kemudian sedel atau jok, juga dicari bentuk bambu yang sesuai. Sampai garpu roda depan sepeda ia menggunakan bambu yang bentuknya sesuai kriteria.

“Khusus untuk roda, rantai, dan ruji, tetap pakai material dari sepeda pada umumnya yakni besi,” ujar Soim ketika ditemui, kemarin.

Secara rigid, bagian-bagian sepeda yang bisa diganti dari material non kayu, ia mencoba ganti dengan material kayu. Seperti jagrak atau standart ia ganti dengan material bambu. Untuk elemen pendukung seperti sprocket ia memakai material aslinya.

“Alasan memilih bambu karena unik saja dan sepertinya belum pernah ada di Blora yang membuat sepeda dari material bambu,” katanya.

Sebenarnya, proses pembuatan sepeda bambu ini terbilang tidak lama. Jika dihitung, mulai dari mempersiapkan material bambu sampai perakitan dan finishing hanya memakan waktu 3 minggu.

“Ya karena bambu di sekitar kita itu kan banyak dan mudah didapat,” tuturnya. Pertama kali sepeda bambu jadi, langsung dilakukan trial and error. Yakni dengan mengendarainya keliling wilayah Blora kota.

“Dan alhamdulillah kuat kok bambunya,” katanya. Bahkan untuk memberi kesan bersih dan natural, ia melapisi bambu dengan pelapis yang mengkilap.

“Supaya juga tidak kusam dan awet,” katanya. Ia menjamin daya tahan sepeda bambu akan mencapai belasan tahun. “Semuanya tinggal perawatannya bagaimana,” ujarnya.

Sampai sekarang ia baru memproduksi 5 sepeda bambu. Itupun pembuatannya ia kerjakan disela-sela aktivitasnya yang lain.

Khusus untuk pemesan, ia banderol dengan harga Rp5 jutaan. 

“Intinya tinggal digunakan,” katanya. Karena kreativitasnya itu, Bupati Blora Arief Rohman pun tertarik untuk mengulik ide cemerlang dari warga Bradag tersebut.

Menurut Arief, pemakaian material bambu untuk membuat sebuah bangunan sepeda dan fungsional kali pertama di Blora. Arief pun akhirnya mencoba menaiki sepeda itu di pendopo Rumah Dinas nya.

Kesan pertamanya, adalah takjub dengan ide tersebut. Soim pun akhirnya bisa bertemu langsung dengan orang nomor 1 di Blora itu setelah membawa sepeda bambu ke pendopo rumah dinas Bupati.

“Alhamdulillah dapat apresiasi dari beliau (Bupati Blora),” kata Soim. Di depan Arief, ia menceritakan bagaimana ia bersusah payah mengumpulkan bambu yang bentuk dasarnya disesuaikan kebutuhan untuk pembuatan sepeda itu.

“Luar biasa kalau ini sangat patut untuk diapresiasi,” ujar Bupati Arief saat bertemu Soim di pendopo rumah dinas. Dikatakannya, ia juga akan membantu mempromosikan sepeda bambu itu.

Yang juga merupakan salahsatu bagian dari UKM Blora. 

“Akan kami kenalkan ke pembeli di luar, sehingga bisa juga nanti melalui pelatihan. Kita latih supaya lebih maksimal lagi,” terang Arief.

Arief pun yakin jika pasar di luar Blora akan suka dengan kreasi seni tersebut. 

“Sebenarnya kemarin bisa kita pamerkan di JCC Jakarta, tapi tidak apa-apa, nanti akan saya promokan ke pejabat-pejabat di luar Blora, pasti tertarik,” katanya.

Menurut Arief, pembinaan UMKM selama ini sudah dilakukan oleh Pemkab Blora. Terkhusus UMKM yang dilakoni Soim, pihaknya juga akan memberikan bantuan alat dan pendampingan dari dinas terkait. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD