AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Rela Lepas Hak Paten, Ini Fakta Menarik Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca

INSPIRATOR
Winda Destiana/IDXChannel
Senin, 19 Juli 2021 11:50 WIB
Sarah Gilbert tengah menjadi perbincangan usai mendapatkan standing applause dari seluruh penonton turnamen tenis Wimbledon belum lama ini.
Sarah Gilbert pembuat vaksin AstraZeneca (BBC)

IDXChannel - Nama Sarah Gilbert tengah menjadi perbincangan usai mendapatkan standing applause dari seluruh penonton turnamen tenis Wimbledon belum lama ini. Usut punya usut ternyata wanita kelahiran 1962 tersebut adalah pembuat vaksin AstraZeneca (AZ).

Meskipun saat ini vaksin buatannya telah digunakan oleh seluruh masyarakat dunia, namun sosok Sarah Gilbert rupanya belum cukup banyak terekspos ke publik. Setelah video tenis tersebut mendadak viral, sosok Sarah akhirnya ramai diperbincangkan. 

Mengutip berbagai sumber, berikut fakta menarik Sarah Gilbert, ilmuwan asal Inggris nan cerdas dan memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi. 

1. Rela lepaskan hak paten vaksin demi kepentingan bersama
Hal yang menjadi sorotan pada sosok Sarah adalah ketika dirinya melepaskan hak paten atas vaksin AstraZenecca yang kini digunakan banyak orang untuk Covid-19. Padahal, bisa saja dia meraup keuntungan dari menjual vaksin tersebut. Namun tindakan itu tidak dilakukannya. 

"Saya tidak ingin mengambil hak paten penuh, agar kita bisa berbagi intelektual. Siapapun bisa membuat vaksin mereka sendiri demi mengatasi pandemi ini," tutur Sarah mengutip laman Reuters. 

2. Sarah Gilbert merupakan Profesor di Universitas Oxford
Wanita berusia 59 tahun itu rupanya seorang Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford. Secara khusus Sarah mengembangkan berbagai vaksin untuk melawan influenza. Dia juga pernah menjadi ketua tim peneliti vaksin Ebola.

3. Menjadikan vaksin AZ jauh lebih murah
Mengutip laman BBC, Sarah menentukan biaya produksi untuk membuat vaksin AZ ini rupanya hanya berkisar USD4 dibandingkan Moderna dan Pfizer. Meski tergolong vaksin Covid-19 paling murah saat ini, namun tingkat keefektifan terhadap virus terlebih varian Delta mencapai 92 persen. Setelah kebutuhan vaksin terpenuhi, AZ baru akan menentukan harga per dosisnya. 

4. Sarah Gilbert pendiri perusahaan Vaccitech
Vaccitech adalah perusahaan bioteknologi yang mengembangkan vaksin dan imunoterapi untuk penyakit menular dan kanker, seperti hepatitis B, HPV, dan kanker prostat. Sarah Gilbert merupakan salah satu pendiri perusahaan tersebut. Dia mengabdikan dirinya sepanjang usia hanya untuk membuat vaksin demi keselamatan masyarakat dunia. 

5. Bekerja keras mengatasi Covid-19
Sejak tahun 2020 silam, Sarah yang mengetahui fenomena tentang empat orang di China yang menderita pneumonia aneh dan akhirnya dikenal sebagai Covid-19 langsung membuat perancangan vaksin mengatasi virus tersebut. 

Akhirnya pada akhir Desember 2020 lalu, vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dikembangkannya bersama dengan Oxford Vaccine Group telah disetujui untuk digunakan di Inggris. Pada Februari lalu, penggunaan vaksin itu pun akhirnya disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

6. Bukan berasal dari keluarga dokter
Sarah Gilbert rupanya bukan berasal dari keluarga dokter. Pribadi yang dikenal pendiam ini dibesarkan oleh seorang ayah yang menggeluti bisnis sepatu. Sementara sang ibu merupakan seorang guru Bahasa Inggris. 

Diantara anggota keluarga yang lain, hanya Sarah yang tertarik di dunia medis. Gilbert berhasil lulus dari University of East Anglia dengan gelar Bachelor of Science di bidang Biological Sciences. Ia melanjutkan pendidikan di University of Hull untuk mendapatkan gelar doktor di bidang genetika dan biokimia dari ragi Rhodosporidium toruloides.

7. Mendapat dukungan penuh dari keluarga
Hidup dan mengabdikan diri sebagai pembuat vaksin, membuat keluarga Sarah Gilbert ikut mendukung keputusannya tersebut. Bahkan ketiga anak kembarnya diketahui menjadi relawan vaksin yang dibuat oleh Sarah. 

8. Sarah Gilbert mendapatkan gelar kebangsawanan 
Tahun ini, Gilbert mendapatkan gelar kebangsawanan Dame Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (DBE) dari Kerajaan Inggris, atas jasanya pada ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Tidak cuma itu saja, dirinya juga dianugerahi Penghargaan Putri Asturias untuk kategori penelitian ilmiah. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD