AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Resign saat Gaji Rp50 Juta, Mantan Pegawai Asuransi Kini Punya 45 Cabang Laundry

INSPIRATOR
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 03 Oktober 2021 12:18 WIB
Beta Nurry Damayanti memilih meninggalkan pekerjaan mapannya demi fokus bisnis laundry dan dekat dengan keluarga.
Resign saat Gaji Rp50 Juta, Mantan Pegawai Asuransi Kini Punya 45 Cabang Laundry (Dok.IG: Beta Nurry Damayanti)
Resign saat Gaji Rp50 Juta, Mantan Pegawai Asuransi Kini Punya 45 Cabang Laundry (Dok.IG: Beta Nurry Damayanti)

IDXChannel - Siapa sangka keputusan resign dari pekerjaan yang memberi gaji besar justru membuka peluang bisnis bagi seorang wanita mantan pegawai asuransi terkemuka di Jakarta. Beta Nurry Damayanti memilih meninggalkan pekerjaan mapannya demi keluarga dan membuka usaha laundry. Kini bisnisnya tumbuh pesat dan memiliki 45 cabang. 

"Awalnya saya karyawan, sering keliling Indonesia, kantornya di Jakarta...Saya sampai pegang 220 kantor, lumayan saat itu gaji sampai Rp50 juta, itu yang bikin saya gak bisa pulang ke rumah, "kata wanita asal Kediri, Jawa Timur dalam kanal Youtube Pecah Telur, (17/6/2021).

Pada tahun 2017, Beta bercerita, bahwa sang Ayah saat itu datang mengampirinya ingin tinggal di Jakarta, menyusul sang anak. Beta merasa dilema saat itu lantaran dirinya hidup di Apartemen dengan fase kerja yang padat dan cepat.

"Bapak saya datang ke Jakarta, dia bilang 'Beta, saya mau tinggal sama kamu di Jakarta. Itu yang saya bingung, kan kasihan kalau di sana. Akhirnya saya bilang, 'Pak saya aja yang resign', saya putuskan pulang ke Kediri," tutur Beta menceritakan masa lalunya.

Sepulangnya di Kediri, dirinya merasa bingung harus bekerja apa saat tanggungan utang cicilan rumah dan mobil yang masih menumpuk.

Tak gentar, Beta meyakini untuk tidak kembali ke perusahaannya dan membuka peluang kerja sama bisnis. Di sanalah dia bertemu suaminya. Seiring waktu berjalan, dengan modal dari sisa uang yang tersisa, Beta membuka usaha laundry di garasi rumah.

Di awal memulai rintisan bisnis cucian miliknya masih sepi pengunjung.

"Begitu buka, seminggu tidak ada yang laundry," ucap Beta sambil tertawa menceritakan awal pembukaan bisnisnya.

Namun kata menyerah tampaknya tidak ada dalam kamus kehidupan Beta saat itu.

"Saya bersihkan, saya tunggu kok gak ada yang datang, sempat down saya, memang ternyata gak semudah itu buka usaha," ujarnya.

Menunggu sejak pagi bersama asistennya, Beta meyakini bahwa akan ada pelanggan pertama yang datang ke laundry barunya.

"Pagi saya tungguin gak ada yang datang, siang saya tungguin masih sama, sampai sore mau saya tutup, eh kok ada 1 orang yang datang, saya kaget, sudah seperti malaikat orang itu," tuturnya.

Singkat cerita, lambat laun pelanggan terus berdatangan ke tempatnya. Penghasilan bisnisnya mengalami peningkatan.

"Kan naik dari 2,5 juta, 4 juta, 5 juta, hingga 10 juta. Saya pikir kalau saya pengen uang Rp50 juta, maka saya harus punya 5 outlet laundry." ucapnya.

Beta menekankan kunci sukses usahanya adalah sedekah, mengingat peran Tuhan bagi Beta tidak ternilai harganya.

"Saya punya target 50 juta saya harus dapat, meski saya saat itu tidak ada uang, eh ternyata kok ada saja rezeki itu,"

Pucuk dicinta ulam pun tiba, dirinya ditawari seorang investor dari Belanda yang mau berinvestasi di gerai laundrynya. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan laundry miliknya sebagai bisnis waralaba / franchise.

Kini dirinya telah mengelola 45 gerai laundry yang tersebar di beberapa kota dan provinsi mulai dari Jawa Timur, Bali, hingga Yogjakarta.

"Hidup itu belajar, harusnya kita bisa lebih baik dari hari-hari sebelumnya, apa yang kita kerjakan hari ini, panennya tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat," tandas Beta. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD