AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Siapa Pemilik Tolak Angin? Sebuah Minuman Herbal Populer di Indonesia

INSPIRATOR
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Senin, 15 Agustus 2022 11:43 WIB
Siapa yang tidak mengenal Tolak Angin? Salah satu obat/minuman herbal yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia
Siapa Pemilik Tolak Angin? Sebuah Minuman Herbal Populer di Indonesia (Foto: MNC Media)
Siapa Pemilik Tolak Angin? Sebuah Minuman Herbal Populer di Indonesia (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Siapa yang tidak mengenal Tolak Angin? Salah satu obat/minuman herbal yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Banyak orang yang mengonsumsi Tolak Angin saat merasa tidak enak badan, mual, maupun masuk angin. Produk yang dikenal dengan jargonnya, “Orang pintar minum Tolak Angin” ini memang memiliki beberapa bahan herbal yang membantu seseorang untuk menjaga stamina dan kondisi tubuh agar tidak jatuh sakit. 

Siapa Pemilik Tolak Angin?

Melansir dari situs resmi Tolak Angin, produk ini sudah diformulasikan sejak 1930 sebagai sebuah jamu masuk angin. Produk tersebut diawali oleh pasangan pengusaha bernama Siem Thiam Hie dan Rakhmat Sulistio yang merupakan pemilik dari pemerah susu terbesar di Ambarawa, Melkrey.

Pasangan tersebut lalu merintis usaha toko roti bernama Roti Muncul pada 1930. Di tahun yang sama, dengan kepiawaiannya meracik jamu, Rakhmat Sulistio mulai membuat jamu masuk angin yang lambat laun dikenal sebagai Tolak Angin. 

Mereka pun akhirnya membuka usaha jamu tradisional di Yogyakarta pada 1935. Pada awalnya, Tolak Angin dipasarkan dalam bentuk jamu godokan/rebusan. Karena cukup diminati, akhirnya didirikanlah sebuah perusahaan sederhana bernama Sido Muncul yang memiliki arti “Impian yang terwujud”, di Semarang pada 1951. 

Sido Muncul berkembang menjadi sebuah perusahaan jamu tradisional dan farmasi modern dengan menggunakan teknologi terkini dalam pembuatan jamunya. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memproduksi berbagai macam produk jamu dan minuman herbal yang dikenal oleh masyarakat, seperti Kuku Bima, Tolak Angin, Permen Tolak Angin, dan masih banyak lagi. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD