sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

10 Saham Paling Rugi di November, Ada yang Sempat Jadi Hot Stock

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/11/2025 11:45 WIB
Di balik reli beberapa saham yang mencetak cuan ratusan persen sepanjang November, ada pula sejumlah emiten yang justru mencatatkan koreksi tajam.
10 Saham Paling Rugi di November, Ada yang Sempat Jadi Hot Stock. (Foto: Freepik)
10 Saham Paling Rugi di November, Ada yang Sempat Jadi Hot Stock. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Di balik reli beberapa saham yang mencetak cuan ratusan persen sepanjang November, ada pula sejumlah emiten yang justru mencatatkan koreksi tajam. Kategori saham terboncos sebulan didominasi oleh emiten konstruksi, jasa angkutan laut, hingga konsumer.

Saham PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menjadi saham dengan penurunan terdalam, anjlok 37,62 persen ke levwl Rp630 per unit dalam sebulan terakhir.

Saham SKRN sempat mencatat kenaikan pada Oktober lalu sebelum akhirnya berbalik turun pada November. Salah satu katalis yang mendorong reli singkat tersebut berkaitan dengan aksi korporasi PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).

CBRE mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue hingga 48 miliar saham, disertai agenda konversi utang menjadi saham. Dalam rencana ini, SKRN ikut tercantum sebagai salah satu kreditur dengan nilai piutang sebesar USD6,5 juta yang akan dikonversikan.

Kabar tersebut sempat menciptakan spekulasi positif di pasar karena investor menilai SKRN berpotensi memperoleh kepemilikan saham di CBRE sebagai hasil konversi utang.

Sentimen tersebut sempat mengangkat harga SKRN dan CBRE secara bersamaan. Bahkan, CBRE sempat saham multibagger dan menjadi incaran para investor ritel alias hot stock. Lonjakan minat ini juga tergambar dari jumlah pemegang sahamnya yang melejit tajam, dari hanya 7.431 investor pada 31 Agustus 2025 menjadi 67.982 investor per 31 Oktober 2025.

Namun, setelah euforia awal mereda dan pasar mulai mencerna rencana rights issue serta kondisi fundamental masing-masing emiten, katalis tersebut kehilangan daya dorong.

Akibatnya, baik SKRN maupun CBRE kembali terkoreksi cukup dalam sepanjang November, masuk dalam deretan saham dengan penurunan terbesar. CBRE merosot 23,27 persen selama sebulan terakhir, terakhir diperdagangkan di level Rp1.055 per unit per Jumat (28/11/2025).

Di urutan berikutnya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) turun 28 persen. Saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) menyusul dengan koreksi 25,48 persen.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar selama November:

  1. Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN): -37,62 persen
  2. Waskita Beton Precast Tbk (WSBP): -28,00 persen
  3. Remala Abadi Tbk (DATA): -25,48 persen
  4. Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE): -23,27 persen
  5. Integra Indocabinet Tbk (WOOD): -20,35 persen
  6. Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): -19,92 persen
  7. Malindo Feedmill Tbk (MAIN): -19,23 persen
  8. Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC): -19,00 persen
  9. MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN): -16,80 persen
  10. TBS Energi Utama Tbk (TOBA): -16,50 persen

Koreksi ini menunjukkan, saham-saham yang sempat mencuri perhatian dalam beberapa waktu lalu kini justru berada di jalur pelemahan, terutama seiring meredanya euforia dan aksi spekulasi pelaku pasar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement