Risiko baru muncul jika harga saham BUMI menembus level di atas Rp700 per unit menjelang akhir Januari 2026, yang merupakan periode peninjauan indeks.
Riset Trimegah Sekuritas juga menempatkan BUMI sebagai salah satu kandidat dengan probabilitas tertinggi untuk masuk dalam tinjauan indeks MSCI periode Februari 2026.
Mengacu pada data free float MSCI per Desember 2025, analis Trimegah menilai BUMI berpeluang memenuhi kriteria inklusi dengan porsi free float 30,19 persen, dengan catatan harga saham berada di kisaran minimal Rp277 per saham.
Penilaian tersebut didasarkan pada ambang batas kapitalisasi pasar MSCI, yakni kapitalisasi pasar free float sebesar USD2,1 miliar dan kapitalisasi penuh USD4,2 miliar, serta dengan mengecualikan emiten yang tidak lolos kriteria kelayakan MSCI.
Pandangan serupa disampaikan analis CLSA yang memproyeksikan perubahan komposisi MSCI Global Investable Market Index (GIMI) pada Quarterly Comprehensive Index Review (QCIR) Februari 2026.