AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

26 Perusahaan Masuk dalam Pipeline IPO BEI, Ada Dua BUMN dan Satu Startup Teknologi

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 17 September 2021 11:42 WIB
Per 16 September 2021, BEI telah mengantongi 26 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO.
26 Perusahaan Masuk dalam Pipeline IPO BEI, Ada Dua BUMN dan Satu Startup Teknologi (Dok.MPI)
26 Perusahaan Masuk dalam Pipeline IPO BEI, Ada Dua BUMN dan Satu Startup Teknologi (Dok.MPI)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Per 16 September 2021, terdapat 26 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya telah mencatat 38 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dan terdapat 26 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Dari pipeline tersebut terdapat dua BUMN and subsidiary yang masih tercatat.

"Jika ditinjau dari 26 perusahaan di pipeline 2021, terdapat satu perusahaan yang tergolong ke dalam start-up dan merupakan hasil binaan dari IDX Incubator. Perusahaan ini berada di sektor teknologi dan sub sektor Software & IT Services, sebuah perusahaan teknologi informasi inkubator startup yang membangun produk perangkat lunak," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Adapun kisaran dana yang akan dihimpun belum dapat disampaikan karena proses book building dalam rangka pembentukan harga belum selesai dilakukan.

Dari sisi sektor 26 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari 6 perusahaan sektor Consumer Cyclicals dan sektor Consumer Non Cyclicals, 3 perusahaan di sektor Industrial, sektor Energy, dan sektor Financials.

Sementara itu, sektor Technology, Transportation & Logistic, Basic Materials, Properties & Real Estate, serta Infrastructures masing-masing sebanyak 1 perusahaan.

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
• 4 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar)
• 7 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
• 15 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 Miliar)

 
(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD