sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

3 Saham Pengolahan Limbah di Bursa Efek Indonesia 2026, Emiten dan Profil Usahanya

Market news editor Kurnia Nadya
19/01/2026 16:15 WIB
Dengan keberadaan proyek waste to energy yang diprakarsai Danantara, sejumlah saham dengan bisnis pengolahan sampah pun naik panggung menjadi sorotan investor.
3 Saham Pengolahan Limbah di Bursa Efek Indonesia 2026, Emiten dan Profil Usahanya. (Foto: Istimewa)
3 Saham Pengolahan Limbah di Bursa Efek Indonesia 2026, Emiten dan Profil Usahanya. (Foto: Istimewa)

MHKI mengantongi izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan memiliki AMDAL dalam menjalankan bisnis pengolahan limbahnya. Selain limbah medis, MHKI juga mengelola limbah-limbah logam dan cairan kimia. 

2. PT Mahareksa Biru Energi Tbk (OASA

OASA adalah salah satu emiten yang menjalankan bisnis di bidang energi baru terbarukan, perusahaan ini memiliki fasilitas pengolahan sampah yang dapat mengkonversi sampah menjadi energi thermal lewat pembakaran (waste to energy/PSEL). 

Selain itu OASA juga menjalankan bisnis pengolahan wood pellet dan wood chip menjadi biomassa, bisnis ini dijalankan sesuai program pemerintah untuk mendorong transisi batu bara dengan energi terbarukan. 

OASA juga memiliki fasilitas pengolahan limbah berbasis lingkungan yang mengolah sampah perkotaan, limbah industri, limbah B3, dan limbah medis. Perseroan juga memiliki sistem informasi untuk pengelolaan serta pendataan sampah di fasilitasnya.

3. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) 

TBS Energi Utama adalah perusahaan energi yang memiliki bisnis pertambangan batu bara, tetapi perseroan kini tengah melakukan diversifikasi pada sektor energi baru terbarukan (renewable energy). 

Pada 2023, perseroan mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH, perusahaan pengelola limbah berbahaya. Lalu pada Maret 2025, TOBA kembali mengakuisisi Sembcorp Environment, perusahaan Singapura yang bergerak di bidang pengolahan dan pengelolaan sampah/limbah. 

Perseroan lalu melakukan rebranding atas SembEnviro menjadi CORA Environment pada September 2025. Dengan demikian TOBA memiliki tiga perusahaan pengelolaan limbah, yakni AMES, ARAH, dan CORA.

Dengan ketiga perusahaan pengolahan limbah ini, TOBA memiliki lima fasilitas pemrosesan limbah di Indonesia dan Singapura dan mampu mengolah 1 juta ton sampah sepanjang 2025. 

Itulah sederet saham pengolahan limbah di Bursa Efek Indonesia 2026. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement