- PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) 5,86 persen
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 6,53 persen
- PT Intiland Development Tbk (DILD) 6,7 persen
- PT ABM Investama Tbk (ABMM) 5,59 persen
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) 5,03 persen
Selain kelima saham di atas, berdasarkan catatan Tim Riset IDXChannel Lo Kheng Hong juga memiliki saham di sejumlah emiten perbankan dan emiten sektor lainnya, tetapi dengan kepemilikan di bawah 5 persen.
Antara lain PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan sebagainya. Adapun emiten sektor lain yang juga dimiliki Pak Lo adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).
Lo Kheng Hong adalah investor kawakan yang populer di kalangan investor ritel. Dia pernah mencetak keuntungan besar dari investasinya di PT United Tractors Tbk (UNTR) saat krisis moneter pada 1998.
Dia membeli jutaan saham UNTR di harga Rp250 per saham, kala itu banyak investor meninggalkan pasar karena gejolak perekonomian di Asia. Namun 6-8 tahun kemudian perekonomian kembali pulih dan saham UNTR dihargai Rp15.000 per lembar.
Itulah sektor saham favorit Lo Kheng Hong untuk agenda investasinya sepanjang 2026.
(Nadya Kurnia)