IDXChannel—Simak deretan sektor saham favorit Lo Kheng Hong. Pada awal Januari 2026, investor ritel kawakan ini membeberkan sektor-sektor saham yang menjadi fokus investasinya sepanjang tahun ini.
Investor yang terjun ke pasar saham sejak 1990-an ini mengatakan tiga sektor utama yang masuk dalam perhatiannya adalah perbankan, pertambangan batu bara, dan perkebunan kelapa sawit.
Dalam wawancara dengan IDXChannel pada 2 Januari 2026, Lo Kheng Hong mengatakan minatnya pada sektor perbankan didukung oleh perolehan laba usaha yang tinggi dan konsisten.
Seperti diketahui, emiten perbankan adalah saham-saham yang terbukti secara historis mencetak laba yang besar dibanding saham sektor lainnya. Adapun sektor batu bara dan kelapa sawit dinilainya memiliki komoditas yang masih diperlukan saat ini.
Sampai dengan akhir Desember tahun lalu, Lo Kheng Hong masih tercatat sebagai pemegang saham mayoritas (lebih dari 5 persen) pada saham-saham di ketiga sektor tersebut. Berikut ini adalah daftar saham yang dimiliki Lo Kheng Hong:
- PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) 5,86 persen
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 6,53 persen
- PT Intiland Development Tbk (DILD) 6,7 persen
- PT ABM Investama Tbk (ABMM) 5,59 persen
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) 5,03 persen
Selain kelima saham di atas, berdasarkan catatan Tim Riset IDXChannel Lo Kheng Hong juga memiliki saham di sejumlah emiten perbankan dan emiten sektor lainnya, tetapi dengan kepemilikan di bawah 5 persen.
Antara lain PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan sebagainya. Adapun emiten sektor lain yang juga dimiliki Pak Lo adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).
Lo Kheng Hong adalah investor kawakan yang populer di kalangan investor ritel. Dia pernah mencetak keuntungan besar dari investasinya di PT United Tractors Tbk (UNTR) saat krisis moneter pada 1998.
Dia membeli jutaan saham UNTR di harga Rp250 per saham, kala itu banyak investor meninggalkan pasar karena gejolak perekonomian di Asia. Namun 6-8 tahun kemudian perekonomian kembali pulih dan saham UNTR dihargai Rp15.000 per lembar.
Itulah sektor saham favorit Lo Kheng Hong untuk agenda investasinya sepanjang 2026.
(Nadya Kurnia)