3. PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA)
Merdeka Battery Minerals adalah perusahaan pertambangan nikel dan produsen baterai kendaraan listrik. Perusahaan milik Edwin Soeryadjaja ini memiliki konsesi lahan di Konawe, Sulawesi Selatan, seluas 21.000 hektare.
MBMA juga mengoperasikan fasilitas pemurnian atau smelter dan fasilitas konversi nikel matte di Kawasan Industri Morowali, dan fasilitas lainnya. Bisnis yang dijalankan MBMA bersifat terintegrasi dan terpadu.
4. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
Perusahaan ini menjalankan bisnis pertambangan dan perdagangan nikel. DKFT mengelola konsesi pertambangan di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Juga mengoperasikan smelter berkapasitas 300.000 ton per tahun.
Hingga akhir 2024, perusahaan ini berhasil memproduksi 2,95 juta ton bijih nikel dan menjual 2,60 juta ton nikel. Saat ini saham Central Omega Resources dikendalikan oleh Kiki Hamidjaja dan PT Jinsheng Mining.
5. PT PAM Mineral Tbk (NICL)
PAM Mineral adalah perusahaan pertambangan nikel bagian dari kelompok usaha milik Christopher Tjia. NICL mengelola konsesi pertambangan seluas 198 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah, dan 576 hektare di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan usaha utama NICL adalah pertambangan dan penggalian. Termasuk pembersihan, pemurnian, pemisahan, dan pengolahan. Perusahaan ini memulai kegiatan pertambangannya pada 2018.
Itulah 5 saham tambang nikel di Bursa Efek Indonesia yang dapat dicermati investor.
(Nadya Kurnia)
Disclaimer: Artikel ini bukanlah ajakan atau anjuran untuk jual/beli saham tertentu, keputusan beli dan jual sepenuhnya berada di tangan investor.