Selain peningkatan pelaporan keberlanjutan, kata Iding, semakin banyak emiten yang mulai mengungkapkan data emisi karbon. Hingga saat ini, sebanyak 58 persen perusahaan tercatat telah melaporkan emisi scope 1 dan scope 2, sementara 32 persen telah melaporkan emisi scope 3.
Menurutnya, penyediaan informasi ESG yang relevan, terukur, transparan, dan mudah diakses menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung investor dalam mengambil keputusan investasi.
Untuk itu, BEI terus mengembangkan berbagai infrastruktur pelaporan ESG, mulai dari pelaporan metrik ESG melalui SPE-IDXnet yang mengadopsi ASEAN ESG Common Core Metrics dan diselaraskan dengan POJK Nomor 51 Tahun 2017.
Selain itu, BEI juga menyediakan IDX ESG Metrics Guidance sebagai panduan bagi perusahaan tercatat dalam menyusun laporan ESG sekaligus memudahkan investor memahami informasi keberlanjutan yang dipublikasikan emiten.