Skema yang disebut contingent cas consideration itu bernilai hingga USD550 juta yang baru akan dibayar jika harga rata-rata batu bara kokas melebihi batasan tertentu mengacu pada indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia atau PLVHA00. Pembayaran dilakukan setiap tahun selama lima tahun sejak penyelesaian transaksi.
Jika transaksi ini terwujud, maka neraca AADI akan semakin kuat meski kehilangan potensi laba. Hingga 31 Desember 2025, posisi kas dan setara kas perseroan mencapai Rp15,5 triliun.
(Rahmat Fiansyah)