Manajemen menegaskan, penggunaan dana tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
“Saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini dinilai mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pembelian kembali saham, tanpa mengganggu operasional maupun kinerja perseroan,” tulis manajemen.
Perseroan menilai, aksi buyback dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar, sekaligus mendorong harga saham agar lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Selain itu, buyback juga akan memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perseroan.
Hingga Rabu (15/4/2026), saham AADI naik signifikan 4,85 persen ke harga Rp10.800 setelah sehari sebelumnya terkoreksi 1,44 persen. Dalam satu bulan, saham AADI menguat 4,10 persen dan tumbuh 54,84 persen secara year to date (ytd).
(DESI ANGRIANI)