Memasuki 2026, SMIL memasang target pertumbuhan yang lebih agresif dengan membidik pendapatan lebih dari Rp500 miliar dengan laba bersih sebesar Rp128 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, SMIL berencana melanjutkan strategi ekspansi dengan meningkatkan pangsa pasar forklift electric sebagai pengganti forklift diesel.
Selain itu, perseroan juga akan memperluas penetrasi ke sektor pertambangan batu bara melalui penyediaan alat berat untuk kebutuhan operasional tambang.
"Perseroan akan melakukan pengembangan di mining coal, menambah Workshop baru di Surabaya, Jawa Timur dengan ditunjang adanya revenue stream baru dari hasil sewa alat berat ke sektor batu bara," tutur manajemen.
(DESI ANGRIANI)