POWR sendiri memiliki infrastruktur kelistrikan terintegrasi yang melayani lima kawasan industri besar di Bekasi, yakni MM2100, East Jakarta Industrial Park, Hyundai Inti Development, Lippo Cikarang, dan Jababeka Industrial Estate.
Perseroan melayani lebih dari 96 persen tenant di kawasan-kawasan tersebut. Basis pelanggan captive ini menjadi modal penting untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik seiring ekspansi kawasan industri dan data center.
POWR memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jababeka berkapasitas 755 MW, PLTG MM2100 sebesar 109 MW, serta PLTU Babelan berkapasitas 280 MW, termasuk 70 MW co-firing. Perseroan juga mengoperasikan pembangkit surya berkapasitas 50,5 MWp (megawatt-peak) hingga semester I 2026 dan tengah melakukan commissioning proyek gas engine 50 MW di MM2100.
Di sisi biaya, struktur bisnis POWR juga memberikan perlindungan terhadap fluktuasi harga bahan bakar karena biaya input listrik umumnya dapat diteruskan kepada pelanggan.
Perseroan memiliki bauran energi yang terdiri dari batu bara, gas, dan biomassa, dengan kapasitas pembangkit berbasis gas sekitar 864 MW.