Menurut analis, lonjakan kebutuhan listrik tersebut tidak terlepas dari perkembangan AI.
Beban kerja berbasis AI membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan workload tradisional, sehingga konsumsi listrik per unit kapasitas komputasi juga meningkat signifikan.
Structure Research memperkirakan kebutuhan daya data center global meningkat dari sekitar 13,2 GW pada 2025 menjadi 121,8 GW pada 2030, seiring pesatnya pengembangan infrastruktur AI dan data center.
Selain DCII, pengembangan data center NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) sebesar 42 MW di Kawasan Industri Jababeka (KIJA) juga berpotensi menciptakan tambahan permintaan listrik sekaligus mendorong kebutuhan kawasan industri.
Di sisi lain, reliabilitas menjadi faktor krusial bagi operator data center. DCII mencatatkan rekam jejak uptime 100 persen tanpa downtime selama sekitar 13 tahun.