Lonjakan masif pada profitabilitas Amar Bank ditopang kuat oleh agresivitas penyaluran kredit bruto yang tumbuh hingga 30,62 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun.
Laju ekspansi pembiayaan ini diklaim berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Seiring dengan itu, total aset perseroan ikut terkerek naik sebesar 34,72 persen YoY menjadi Rp6,93 triliun.
Pertumbuhan pendapatan yang solid juga didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Pendapatan operasional naik 13,82 persen YoY menjadi Rp527,76 miIiar, sementara pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 15,58 persen YoY menyentuh Rp370,20 miIiar.
Adapun laju kredit ini dijalankan secara pruden, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net yang turun ke level 0,86 persen dari posisi Maret tahun lalu sebesar 1,48 persen.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti dari konsistensi strategi Amar Bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital bagi segmen ritel dan UMKM.