Meski demikian, AMMN memperkirakan tidak menggunakan seluruh kuota ekspor tersebut yang berlaku hingga April 2026. Sebagian volume konsentrat diproyeksikan dialihkan untuk mendukung proses peningkatan kapasitas smelter domestik.
Perseroan menyatakan pengujian smelter tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Untuk tahun ini, AMMN menargetkan produksi konsentrat sebesar 900.000 dmt, termasuk sekitar 220.000 ton tembaga.
Di sisi lain, Maybank Sekuritas Indonesia melihat sejumlah tantangan yang dapat membatasi pertumbuhan laba perusahaan.
Risiko tersebut antara lain berasal dari proses peningkatan kapasitas smelter yang berpotensi lebih lambat dari perkiraan serta kemungkinan harga jual rata-rata emas yang lebih rendah.