Sementara itu, Riset Sucor Sekuritas pada 9 Desember 2025 menyebutkan, dimulainya Phase 8 Batu Hijau menjadi katalis utama lonjakan volume produksi di tengah momentum reli tembaga dan emas global.
Phase 8 Batu Hijau disebut sebagai pengubah permainan (game changer). Produksi konsentrat pada 2026 diperkirakan melonjak lebih dari dua kali lipat secara tahunan, ditopang peningkatan kadar bijih, tambahan jalur konsentrator baru, serta kenaikan utilisasi smelter tembaga yang mulai menghasilkan katoda pada awal 2025.
Utilisasi smelter diproyeksikan mencapai sekitar 80 persen pada 2026 dan mendekati kapasitas penuh pada 2027. Di luar Batu Hijau, proyek Elang juga menjadi mesin pertumbuhan berikutnya.
Berlokasi sekitar 54 kilometer dari tambang eksisting, Elang merupakan salah satu cadangan tembaga-emas terbesar yang belum dikembangkan di dunia, dengan total sumber daya setara 25 miliar pon tembaga dan 35,1 juta ons emas. Proyek ini dijadwalkan mulai memasuki tahap commissioning pada 2031.
(DESI ANGRIANI)