AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Anak Dibawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Bagaimana Pergerakan Saham Emiten Pengelola?

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 21 September 2021 12:25 WIB
Pemerintah telah mengumumkan perpanjangan PPKM selama dua pekan ke depan, ditambah dengan sejumlah pelonggaran. Ini pergerakan saham emiten pengelolanya.
Anak Dibawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Bagaimana Pergerakan Saham Emiten Pengelola? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah telah mengumumkan perpanjangan PPKM berlevel selama dua pekan ke depan, ditambah dengan sejumlah pelonggaran, termasuk dibolehkannya anak dibawah 12 tahun untuk masuk mal. Kebijakan ini disambut positif oleh pasar sejak pagi ini.

Technical Analyst Panin Sekuritas, William Hartanto, saat diwawancarai oleh tim IDX Channel, Selasa (21/9/2021), memberikan sejumlah catatan terkait emiten tersebut beserta titik support dan resisten terdekatnya.

Berikut ulasan emiten mal pada sesi pertama bursa dan rekomendasinya:

1. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Saham pengelola mal Ciputra ini ditutup menguat (0,56%) di level 905 dari 900. Meskipun performa sebulan di jalur positif (7,10%), tetapi kinerja sepekan terakhir masih memerah (-7,18%).

Perseroan yang juga merupakan pengembang apartemen dan perumahan ini memiliki pendapatan sebesar Rp4,02 triliun pada semester I-2021, meningkat 43,57% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sementara laba usaha perseroan mencapai Rp1,32 triliun, naik 141% dibandingkan periode tahun lalu. Sepanjang sesi pertama, CTRA diborong investor asing sebanyak Rp9,70 miliar.

William merekomendasikan investor untuk membeli emiten ini yang secara teknikal sudah memberikan sinyal bullish. "CTRA direkomendasikan buy dengan support/resistance 885/970," kata William saat dihubungi MNC Portal, Selasa (21/9/2021).

2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Sesi pertama PWON ditutup menguat (0,42%) di level 474. Performa sebulan positif (5,33%), sedangkan sepekan masih terpuruk (-0,84%). Asing masuk PWON sebesar Rp481,61 juta, tetapi dana jual beli saham masih didominasi oleh investor domestik.

Selama semester I-2021, PWON membukukan pendapatan Rp2,45 triliun, meningkat 24,59%, dengan laba bersih (atribusi ke induk) pada periode berjalan mencapai Rp464,63 miliar, turun 3,71 persen dari periode tahun sebelumnya.

William merekomendasikan investor untuk membeli PWON karena telah menunjukkan sinyal penguatan. Target support/resisten yaitu 466/500.

3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Selama sesi pertama, SMRA ditutup stagnan seperti penutupan sebelumnya di level 820 dan bergerak di area 800-830. Performa sepekan menunjukkan SMRA masih berdarah  (-5,20%), meski sebulan mendapat catatan positif (3,14%) dan year to date (3,24%). Asing terpantau masuk sebesar Rp4,22 miliar.

Menurut laporan keuangan selama semester 1-2021, SMRA memperoleh pendapatan sebanyak Rp2,45 triliun, naik 12,68% dari periode tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan untuk atribusi entitas induk mencpai Rp108,54 miliar, melesat 964,11 persen dari sebelumnya.

William juga merekomendasikan saham ini dengan target support/resistance di 780/925. "Pergerakan secara teknikal sudah memberikan sinyal bullish," tutur William

4. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)

RALS ditutup melemah (-1,39%) di level 710 di sesi pertama bursa. Performa sepekan dan sebulan menunjukkan penguatan masing-masing 9,23% dan 8,40%, meskipun year to date memerah -8,39%. Asing terpantau melakukan profit taking sebesar Rp193,39 juta di pasar reguler.

Selama semester I-2021, RALS berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp137,83 miliar, dengan pendapatan bersih mencapai Rp1,72 triliun, naik 16,5 persen (yoy). RALS juga menjadi rekomendasi William dalam perdagangan dengan target support/resisten di 690/820.

5. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF)

LPPF ditutup melesat (1,76%) di level 2890 dari 2840 selama sesi pertama. Performa sepekan masih negatif (-1,70%), meskipun secara year to date telah meroket (126,67%). Sebagai peritel, Matahari mampu memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp3,57 triliun, naik 58,44 persen (yoy)

Namun, William memandang pergerakan LPPF sudah rawan aksi profit taking. Dirinya merekomendasikan investor untuk wait and see. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD