Terkait dengan wacana aksi korporasi tersebut, Dony menyerahkan pembahasan awal kepada perseroan yang bersangkutan. "Nanti coba ditanya ke Telkom, bagaimana prosesnya kan mereka punya hierarki. Tapi sampai saat ini kan masih di level mereka," ujarnya.
Sekadar informasi tambahan, MTEL dan TBIG merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di bidang usaha yang sama, yakni penyedia infrastruktur menara telekomunikasi.
Keduanya punya lini bisnis membangun, memiliki, dan mengelola menara telekomunikasi untuk disewakan kepada operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren untuk penempatan antena BTS.
Berdasarkan laporan kinerja operasional terbaru, semester I-2026, MTEL memiliki jumlah menara yang jauh lebih besar dari TBIG. MTEL memiliki sekitar 40.563 menara, sementara TBIG memiliki sekitar 25.172 unit menara. Jumlah penyewa MTEL juga lebih unggul yakni 63.866 tenant, dibanding TBIG sebanyak 42.224 tenant.
(Dhera Arizona)