Penilaian terhadap valuasi juga perlu dilihat bersama dengan profitabilitas, pertumbuhan bisnis, serta prospek perusahaan.
“Pada PBV sekitar 2,7-2,8 kali, valuasi BBCA lebih rendah dibandingkan level historisnya yang berada di atas 3,5 kali. Kondisi ini bisa menarik investor yang melihat fundamental jangka panjang BCA. Minat membeli saham karena valuasi menarik tidak otomatis berarti investor tersebut ingin mengambil alih perusahaan,” tutur dia.
Selain kebutuhan pendanaan, aksi pengambilalihan bank juga berada dalam kerangka pengawasan dan regulasi yang ketat.
Karena itu, transaksi di pasar negosiasi tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti adanya aksi korporasi tersebut.
“Untuk menilai isu akuisisi bank, rujukannya harus berupa informasi resmi, perubahan kepemilikan yang relevan, dan proses persetujuan regulator. Transaksi crossing saja tidak menyediakan bukti tersebut. Investor sebaiknya menilai BBCA berdasarkan kinerja dan valuasinya, serta memisahkan fakta transaksi dari spekulasi yang beredar,” kata Leo. (Aldo Fernando)