sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ancaman Standalone Market, Dana Asing Berpotensi Keluar hingga USD4,3 Miliar

Market news editor Desi Angriani
18/10/2026 11:33 WIB
Status standalone market membuat saham Indonesia tidak lagi menjadi bagian dari indeks komposit Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Ancaman Standalone Market, Dana Asing Berpotensi Keluar hingga USD4,3 Miliar (Foto: iNews Media Group)
Ancaman Standalone Market, Dana Asing Berpotensi Keluar hingga USD4,3 Miliar (Foto: iNews Media Group)

MSCI menilai belum terdapat bukti kemajuan yang konsisten maupun dampak nyata dari reformasi tersebut di lapangan meski otoritas Indonesia telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi, termasuk keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen dan target minimum free float sebesar 15 persen.

MSCI juga akan melanjutkan pembekuan perubahan indeks bagi saham-saham Indonesia yang mencakup larangan penambahan konstituen baru ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), pembatasan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham, serta penghentian migrasi naik kelas antarsegmen kapitalisasi pasar.

Selain itu, saham yang masuk dalam kerangka high shareholding concentration (HSC) akan dikeluarkan dari indeks MSCI.

Per 30 September 2026, MSCI Indonesia Index memiliki kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float sebesar USD53,4 miliar, dengan sembilan konstituen dan bobot 0,43 persen terhadap MSCI Emerging Markets Index.

Sembilan saham Indonesia yang tercatat dalam MSCI Global Standard Index adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement