“Keberhasilan memperoleh kedua kontrak ini merupakan wujud kepercayaan pelanggan terhadap kapabilitas operasional, standar keselamatan, dan kualitas layanan yang kami berikan secara konsisten,” ujar pria yang kerap disapa Ale dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).
Dia menambahkan, kontrak tersebut juga memperkuat posisi Ancora sebagai salah satu penyedia solusi eksplosif pertambangan di Indonesia sekaligus memberikan visibilitas pendapatan perseroan hingga 2030.
“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan solusi eksplosif yang aman, andal, dan bernilai tambah bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” katanya.
Ancora merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam manufaktur amonium nitrat dan penyediaan solusi eksplosif pertambangan. Perseroan memiliki kapabilitas produksi aksesori bahan eksplosif, produk kimia lainnya, serta layanan logistik yang terintegrasi.
PT Kemitraan MNK BME (KMB) merupakan perusahaan patungan antara PT Multi Nitrotama Kimia, entitas anak Ancora Indonesia Resources, dengan PT BME Indonesia yang merupakan bagian dari Omnia Group, perusahaan global di bidang pertambangan dan agrikultur berbasis di Afrika Selatan.