Ke depan, Ancora optimistis prospek bisnis hingga akhir 2026 tetap positif seiring potensi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas pertambangan pada semester II-2026. Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik, serta diversifikasi pelanggan di luar sektor pertambangan.
Selain itu, Ancora menargetkan pabrik booster di Handil, Kalimantan Timur mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat rantai nilai terintegrasi sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan dan laba jangka panjang.
(Rahmat Fiansyah)