Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Ratno Paskalis Hendrawan, mengatakan perseroan tetap mampu mempertahankan kinerja yang tangguh di tengah dinamika industri.
"Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar USD76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Pria yang kerap disapa Ale itu menambahkan, perseroan membukukan laba bruto sebesar USD18,94 juta dan EBITDA sebesar USD10,51 juta yang masing-masing meningkat 40 persen dan 96 persen secara kuartalan.
"Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus terus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," katanya.
Dari sisi neraca, Ancora mencatat total aset sebesar USD157,63 juta per 30 Juni 2026 dengan total ekuitas USD56,84 juta. Saldo kas mencapai USD7,52 juta atau sekitar 5 persen dari total aset. Perseroan juga mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan rasio net gearing sebesar 0,57 kali dan current ratio sebesar 1,29 kali.