Setiap Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp695 per saham. Periode pelaksanaan waran dijadwalkan pada 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028. Dari pelaksanaan waran tersebut, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana maksimal Rp166,40 miliar.
Terkait penggunaan dana IPO, sekitar 35 persen dari hasil bersih atau setara Rp107,01 miliar akan dialokasikan untuk pembayaran dan pelunasan kewajiban utang. Dana tersebut mencakup pelunasan lebih awal seluruh sisa pokok pinjaman kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk sekitar Rp65 miliar atau 21,26 persen, serta pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sekitar Rp42 miliar atau 13,74 persen.
Sementara itu, sekitar 65 persen dari hasil bersih IPO akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja operasional. Alokasi tersebut meliputi pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk armada dan alat berat sebesar 20,14 persen, pembayaran upah, tunjangan, dan fasilitas tenaga kerja operasional sebesar 30,98 persen, serta pemeliharaan dan pengadaan suku cadang, pelumas, dan ban kendaraan operasional sebesar 13,88 persen.
Dalam pelaksanaan IPO ini, PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan komitmen penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang tidak dipesan.
(Shifa Nurhaliza Putri)