Duta Pertiwi memiliki dua sumber penghasilan, yakni sales development revenues dan recurring revenues. Pemasukan dari sales berasal dari penjualan dan penyewaan properti, sedangkan pemasukan recurring berasal dari perkantoran, hotel, ITC, dan sebagainya.
Perusahaan ini dulunya bukan bagian dari Sinar Mas. Konglomerasi milik Keluarga Widjaja itu mengakuisisi Duta Pertiwi melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada 2010, dan kini BSDE menguasai mayoritas saham di DUTI.
Bagaimana struktur kepemilikan saham di DUTI saat ini? Mengutip Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Duta Pertiwi Tbk.
Apa Bisnis Duta Pertiwi (DUTI)? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Februari 2026, pengendali saham DUTI adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) selaku induk usaha.
BSDE menguasai 1,70 miliar saham DUTI, setara 92,38 persen dari total saham terdaftar. Sedangkan masyarakat (non-warkat) menguasai 140 juta saham DUTI, setara 7,57 persen dari total saham.
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham DUTI adalah Sinar Mas Land, dengan pengendali yang ditunjuk yakni Margaretha Natalia Widjaja.
Perusahaan ini pertama kali mencatatkan sahamnya pada 1994 di Bursa Efek Surabaya (BES) dengan melepas 25 juta saham di harga penawaran Rp2.500 per saham. Dari IPO ini, perseroan mengantongi dana sebanyak Rp62,50 miliar.
Itulah informasi singkat tentang apa bisnis Duta Pertiwi (DUTI).
(Nadya Kurnia)