IDXChannel - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) terus memperluas portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Perseroan kini memiliki portofolio yang terdiri dari enam proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan lima proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Total enam PLTA tersebut memiliki kapasitas 62,8 Megawatt (MW), sedangkan 5 proyek PLTS memiliki total kapasitas 55,3 MWp. Dengan demikian, ARKO saat ini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW.
Perseroan baru-baru ini mengumumkan penambahan tiga proyek PLTS dengan total kapasitas 34 MWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 28,3 MWh. Langkah strategis ini dilakukan setelah perseroan mengakuisisi dua proyek PLTS milik PT Endorshine Energy Solutions. Berbeda dengan dua proyek PLTS sebelumnya yang telah siap beroperasi, ketiga proyek ini akan dibangun dari tahap awal oleh ARKO.
Penambahan tiga proyek PLTS yang baru diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC). Transaksi dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha ARKO yang berfokus pada pengembangan proyek PLTS.
Dari lima proyek PLTS tersebut, tiga proyek yang diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan BIC, BIIE, dan BRC akan dilengkapi BESS dengan total kapasitas 28,3 MWh. Teknologi ini memungkinkan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari disimpan untuk digunakan ketika dibutuhkan, termasuk pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Ricky Hartono mengatakan, ekspansi tersebut menunjukkan strategi perseroan dalam memperluas portofolio pembangkit sekaligus meningkatkan kapabilitas di sektor energi surya. Untuk pertama kalinya, ARKO juga akan mengintegrasikan teknologi BESS dalam proyek PLTS yang dikembangkan.
"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal, serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, pengembangan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ARKO, baik secara organik maupun anorganik. Perseroan juga berupaya memperluas kontribusinya dalam penyediaan energi bersih sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan mitra usaha.
Selain portofolio yang telah memiliki kontrak, ARKO masih memiliki pipeline proyek EBT dengan total kapasitas lebih dari 300 MW. Pipeline tersebut menjadi ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi pembangkit energi terbarukan di tengah agenda transisi energi nasional.
Dengan kombinasi portofolio PLTA dan PLTS serta mulai masuknya teknologi penyimpanan energi melalui BESS, ARKO semakin memperluas eksposurnya terhadap berbagai teknologi pembangkit EBT. Ekspansi tersebut juga diarahkan untuk mendukung target transisi energi dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
(Rahmat Fiansyah)