Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Ricky Hartono mengatakan, ekspansi tersebut menunjukkan strategi perseroan dalam memperluas portofolio pembangkit sekaligus meningkatkan kapabilitas di sektor energi surya. Untuk pertama kalinya, ARKO juga akan mengintegrasikan teknologi BESS dalam proyek PLTS yang dikembangkan.
"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal, serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, pengembangan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ARKO, baik secara organik maupun anorganik. Perseroan juga berupaya memperluas kontribusinya dalam penyediaan energi bersih sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan mitra usaha.
Selain portofolio yang telah memiliki kontrak, ARKO masih memiliki pipeline proyek EBT dengan total kapasitas lebih dari 300 MW. Pipeline tersebut menjadi ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi pembangkit energi terbarukan di tengah agenda transisi energi nasional.
Dengan kombinasi portofolio PLTA dan PLTS serta mulai masuknya teknologi penyimpanan energi melalui BESS, ARKO semakin memperluas eksposurnya terhadap berbagai teknologi pembangkit EBT. Ekspansi tersebut juga diarahkan untuk mendukung target transisi energi dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
(Rahmat Fiansyah)