Dia juga menyampaikan harapan agar jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan, serta dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja ARKO ke depan.
Komisaris Utama ARKO, Arya Pradana Setiadharma menyebut, perseroan meraih pendapatan Rp343,3 miliar sepanjang 2025, tumbuh 43,7 persen secara tahunan. Dari sisi operasionial, perseroan mencatat produksi listrik sebesar 151,8 MWh, naik 56,1 persen secara tahunan, didukung oleh proyek Yaentu.
Salah satu momen penting yang terjadi pada tahun lalu yakni keberhasilan ARKO mendapatkan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PP) proyek Pongbembe 20 MW sebagai proyek pembangkit listrik ke-6 dan terbesar miliki perseroan.
PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi yang ditargetkan pada 2030. Produksi dari proyek itu diperkirakan mencapai 97.218 MWh yang seluruhnya diserap oleh PT PLN (Persero).
Kinerja operasional yang positif sepanjang tahun lalu mendorong ARKO mencetak laba bersih Rp63,9 miliar pada 2025, tumbuh 52,9 persen. Margin laba bersih juga meningkat 111 basis poin (bps) menjadi 18,6 persen.