IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada awal perdagangan Asia, Senin (25/5/2026). Harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak turun di bawah USD100 per barel, meskipun pemerintahan Trump meredam peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.
Melansir Reuters, terhadap yen, dolar AS turun 0,2 persen ke 158,87 yen, sementara euro naik 0,3 persen ke USD1.1642 dan poundsterling Inggris menguat 0,4 persen ke USD1.3485.
Dolar Australia naik 0,4 persen ke USD0,7160, sementara dolar Selandia Baru menguat 0,5 persen ke USD0,5877.
Pada akhir pekan, harapan terhadap kesepakatan damai yang berkelanjutan terlihat rapuh. Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa sebuah nota kesepahaman mengenai kesepakatan damai dengan Iran telah “sebagian besar dinegosiasikan,” dengan kedua negara serta mediator di Pakistan melaporkan adanya kemajuan.
Namun, blokade AS terhadap kapal Iran di Selat Hormuz akan “tetap berlaku penuh sampai ada kesepakatan yang dicapai, disahkan, dan ditandatangani,” tulis Trump di Truth Social pada Minggu. Belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran.