Pihak manajemen BRMS menegaskan bahwa langkah pembelian saham secara berkelanjutan oleh para petinggi perusahaan ini menjadi bukti nyata atas kuatnya optimisme serta keyakinan mereka terhadap arah pertumbuhan bisnis perseroan di masa mendatang.
Di luar aktivitas transaksi saham jajaran pimpinan, perseroan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan proyek tambang emas bawah tanah yang berlokasi di Palu.
Pada bulan lalu, perseroan mengatakan pengerjaan fisik proyek berjalan seiring dengan perluasan kapasitas fasilitas pemrosesan emas di Palu dari semula 500 ton melonjak hingga 2.000 ton bijih per hari.
Manajemen BRMS membidik operasi penambangan bijih berkadar emas tinggi dari situs tambang bawah tanah tersebut dapat resmi bergulir pada pertengahan 2027.
Karakteristik bijih yang disasar diproyeksikan memiliki kandungan emas yang cukup pekat, yakni berkisar antara 3,5 gram hingga 4,9 gram per ton. (Febrina Ratna Iskana)