Selain membagikan dividen, para pemegang saham juga menyetujui agenda perubahan susunan anggota direksi perseroan.
AALI mengangkat Muhammad Guruh menggantikan Eko Prasetyo selaku Direktur yang memasuki masa pensiun.
Berikut ini jajaran komisaris dan direksi AALI tahun 2026:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Santosa Komisaris: Johannes Loman
Komisaris: Aridono Sukmanto
Komisaris: Ratna Wardhani
Direksi
Presiden Direktur: Djap Tet Fa
Direktur: Tingning Sukowignjo
Direktur: Widayanto
Direktur: Bandung Sahari
Direktur: Arief Catur Irawan
Direktur: Veronica Lusi Herdiyanti
Direktur: Muhammad Guruh
Sebagai informasi, AALI mengantongi laba Rp1,47 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 28,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,14 triliun.
Raihan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 31,35 persen menjadi Rp28,65 triliun pada akhir 2025 dibandingkan pada 2024 yang mencapai Rp21,81 triliun.
Secara rinci, pendapatan AALI mayoritas ditopang dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp25,52 triliun pada 2025. Selanjutnya, ada pendapatan dari inti sawit dan turunannya sebesar Rp3,12 triliun dan pendapatan lainnya sebesar Rp10,92 miliar.
Realisasi pendapatan pada 2025 naik dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pada 2024, pendapatan minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp20,18 triliun, inti sawit dan turunannya Rp1,62 triliun dan lainnya sebesar Rp11,36 triliun.
Dari sisi beban pokok pendapatan, AALI mencatatkan angka yang lebih besar pada tahun lalu yang mencapai Rp24,02 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan pada 2024 sebesar Rp18,47 triliun.
Dengan pendapatan yang lebih besar pada 2025, AALI mencetak laba bruto sebesar Rp4,63 triliun, meningkat dari 2024 yang mencapai Rp3,34 triliun.
Setelah dikurangi pajak, beban, dan biaya lainnya, laba tahun berjalan AALI pada 2025 mencapai Rp1,53 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,47 triliun.
(Dhera Arizona)