IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp21,60 triliun hingga September 2026.
Nilai tersebut turun 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,47 triliun.
Penurunan laba terjadi di tengah pendapatan bersih konsolidasian Grup yang relatif stabil sebesar Rp243,9 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Astra juga mencatatkan laba bersih sebelum pos-pos nonberulang (non-recurring items) sebesar Rp24,6 triliun.
Presiden Direktur Astra International Rudy mengatakan, pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat.
Dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis Otomotif yang tetap bertumbuh.