Perseroan menegaskan, seluruh dana untuk pelaksanaan buyback akan berasal dari kas internal perusahaan dan tidak bersumber dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.
Aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perseroan.
Setelah periode buyback berakhir, saham yang diperoleh akan dicatat sebagai saham treasuri. Perseroan juga membuka peluang untuk melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali tersebut.
Hingga Rabu (10/6/2026), saham ASII menguat 0,64 persen ke Rp4.700 setelah rebound 7,11 persen pada perdagangan sebelumnya. Dalam sepekan, saham ASII masih koreksi 4,08 persen dan turun 19,31 persen.
(DESI ANGRIANI)