Tak hanya optimalisasi bisnis, perseroan juga akan terus memperluas investasi ke sektor-sektor baru, dan menyelaraskan sektor baru dengan arah perekonomian dan strategi pertumbuhan bisnis perseroan. Perseroan berupaya untuk berinvestasi pada sektor yang memiliki potensi pertumbuhan baik.
“Misalnya bagaimana kami masuk untuk memperluas dengan seleksi yang baik di infrastruktur dan investasi di sektor pertambangan non batu bara yang sejalan dengan aspirasi transisi terutama di lingkup pertambangan dan alat berat,” ujar Djony.
Hingga semester pertama tahun 2024, ASII mengantongi laba bersih sebesar Rp15,85 triliun hingga semester I 2024. Capaian ini turun 9,12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,44 triliun.
Sementara, laba bersih grup, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Hermina mencapai Rp16,7 triliun, 4 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar tersebut, maka laba bersih grup menurun 9 persen menjadi Rp15,9 triliun.
(Selfie Miftahul Jannah)