“Perseroan memulai tahun 2026 dengan kinerja yang resilien, di tengah dinamika industri otomotif. Pertumbuhan pada kuartal I-2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp23,6 triliun, meningkat 4,2 persen dibandingkan dengan Rp22,6 triliun periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 3,1 persen menjadi Rp17,5 triliun.
"Menunjukkan struktur keuangan yang tetap solid dalam mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi usaha secara berkelanjutan," kata dia.
Segmen manufaktur mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 2,5 persen dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya pada segmen kendaraan roda dua, dan penguatan portofolio produk perseroan yang memberikan kontribusi berkelanjutan, baik roda dua maupun roda empat.