“Dengan adanya peningkatan modal melalui PMHMETD I, struktur permodalan perseroan akan menjadi lebih solid sehingga mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis,” tulis manajemen.
Sehubungan dengan rencana tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026.
Hingga September 2025, YOII mencatat laba bersih Rp18,5 miliar, naik tipis 6,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp17,4 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp5,43.
Saham YOII bergerak stagnan di harga Rp108 pada Rabu (21/1/2026) setelah menguat tipis 0,93 persen pada perdagangan kemarin.
(DESI ANGRIANI)