sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Avian (AVIA) Raih Laba Bersih Rp938 Miliar di Semester I-2026, Tumbuh 21 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
18/08/2026 15:20 WIB
PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencetak kinerja positif dalam enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih sebesar Rp938 miliar.
PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencetak kinerja positif dalam enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih sebesar Rp938 miliar. (Foto: Ist)
PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencetak kinerja positif dalam enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih sebesar Rp938 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencetak kinerja positif dalam enam bulan pertama tahun ini. Perusahaan cat milik keluarga Tanoko itu membukukan laba bersih sebesr Rp938,42 miliar atau tumbuh 21 persen secara tahunan.

Lonjakan laba bersih AVIA sejalan dengan penjualan bersih yang meningkat 18 persen menjadi Rp4,59 triliun. Hal itu terungkap dalam laporan keuangan auditan AVIA yang diterbitkan Selasa (18/8/2026).

Segmen solusi arsitektur menjadi penyumbang utama sebesar 79 persen dan sisanya dikontribusikan segmen barang dagangan sebesar 21 persen.

Profitabilitas AVIA juga tercatat meningkat. Laba bruto perseroan meningkat 24 persen menjadi Rp2,08 triliun dengan margin 45,3 persen. Sementara itu, laba usaha tumbuh 33 persen menjadi Rp1,15 triliun, mencerminkan kinerja operasional yang tangguh.

Sementara itu, peningkatan juga tergambar dari arus kas dari aktivitas operasi yang melesat 122 persen menjadi Rp1,36 triliun, berbanding Rp612 pada semester I-2025.

Dalam enam bulan, kas bersih perseroan bertambah Rp802 miliar sehingga posisi kas dan setara kas hingga akhir Juni 2026 menembus Rp2,45 triliun.

Kenaikan kas itu juga disumbang oleh penurunan nilai Surat Utang Negara (SUN) sebesar 24 persen menjadi Rp1,69 triliun. Di tengah tebalnya kas, AVIA masih memegang obligasi negara dengan rentang bunga 5,13-7,00 persen per tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Januari 2027 hingga 15 April 2032. Dana tersebut akandi gunakan untuk modal kerja dan investasi pembangunan pabrik di Cirebon, Jawa Barat.

Sementara itu, piutang juga turun 13 persen menjadi Rp1,41 triliun, mencerminkan proses penagihan yang berjalan dengan baik. Adapun persediaan meningkat 17 persen menjadi Rp1,97 triliun.

Secara umum, aset perseroan tumbuh 1,9 persen menjadi Rp11,29 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp1,68 triliun, sedangkan ekuitas juga meningkat menjadi Rp9,61 triliun.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement