Dari sisi penghasilan lain-lain, perseroan membukukan Rp603 juta hingga September 2025. Angka ini menurun dibandingkan Rp528 juta pada periode sebelumnya, seiring meningkatnya beban keuangan. Beban keuangan tercatat naik menjadi Rp953 juta dari sebelumnya hanya Rp24 juta per September 2024.
Seiring pertumbuhan pendapatan usaha, laba neto tahun berjalan PADI berbalik menjadi positif. Hingga September 2025, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp24,74 miliar, melonjak dari posisi rugi Rp29 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
"Peralihan dari rugi menjadi laba ini terutama didorong oleh peningkatan kinerja pendapatan usaha," kata manajemen PADI dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, penghasilan komprehensif lain tercatat sebesar Rp753 juta, turun 76,10 persen dibandingkan Rp3,15 miliar per September 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya keuntungan nilai wajar atas aset keuangan yang diukur melalui penghasilan komprehensif lain.
Dengan demikian, total laba komprehensif hingga September 2025 mencapai Rp25,49 miliar, berbalik dari rugi komprehensif Rp25,85 miliar pada periode sebelumnya.