Rasio cost to income (CIR) juga mengalami perbaikan menjadi 31,45 persen dari sebelumnya 31,59 persen Adapun kualitas kredit perseroan tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,78 persen, membaik dibandingkan 2,92 persen pada September 2025. Sementara NPL net tercatat sebesar 0,27 persen.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 53,40 persen pada September 2026, meningkat dibandingkan 46,73 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Modal inti perseroan juga tumbuh 10,41 persen secara tahunan menjadi Rp4,35 triliun, dari sebelumnya Rp3,94 triliun pada September 2025. Sementara itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) Bank Neo Commerce tercatat sebesar 14,30 persen pada September 2026.
Adrian mengatakan, perseroan akan tetap menjaga keseimbangan antara profitabilitas, efisiensi operasional, dan kualitas pertumbuhan bisnis. Menurut dia, pengembangan bisnis ke depan akan disertai penguatan permodalan, teknologi, sumber daya manusia, serta proses operasional untuk mendukung keberlanjutan usaha.
(Shifa Nurhaliza Putri)