Dengan demikian, total dividen yang telah dan akan dibagikan BSSR kepada pemegang saham mencapai USD125 juta atau sekitar Rp2,27 triliun. Nilai tersebut melampaui laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD83,98 juta, sehingga rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) mencapai 148,8 persen.
Per 31 Desember 2025, BSSR masih memiliki saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar USD196,81 juta.
Berdasarkan komposisi kepemilikan saham, PT Wahana Sentosa Cemerlang menjadi pihak yang menerima dividen terbesar dengan nilai mencapai Rp635,99 miliar. Tata Power International Pte Ltd berhak memperoleh dividen sebesar Rp330,71 miliar, disusul GS Energy Corporation sebesar Rp128,89 miliar.
Sementara itu, PT GS Global Resources yang menguasai 5 persen saham BSSR akan menerima dividen sekitar Rp63,6 miliar. Adapun pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen memperoleh alokasi dividen sebesar Rp117,77 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)