AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Barclays Yakin Proyeksi Perekonomian di 2023 Bakal Berubah

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Jum'at, 23 September 2022 17:49 WIB
Perubahan diperkirakan dapat terjadi dalam banyak faktor, mulai dari proyeksi pendapatan, potensi rebound biaya perbankan, hingga porsi penurunan pendapatan.
Barclays Yakin Proyeksi Perekonomian di 2023 Bakal Berubah (foto: MNC Media)
Barclays Yakin Proyeksi Perekonomian di 2023 Bakal Berubah (foto: MNC Media)

IDXChannel - Industri perbankan diyakini bakal mengubah sudut pandangnya di bidang investasi seiring dinamika perekonomian yang bakal terjadi di sisa tahun ini hingga 2023 mendatang.

Perubahan diperkirakan dapat terjadi dalam banyak faktor, mulai dari proyeksi pendapatan, potensi rebound biaya perbankan, hingga porsi penurunan pendapatan perdagangan. Diperkirakan, bandul perubahan tersebut bakal mulai dirasakan pada paruh kedua tahun depan.

“Pendapatan dari perdagangan mungkin akan sedikit menyusut, namun (pendapatan) dari investment banking akan meningkat. Apakah mereka akan saling menyeimbangkan? Saya tidak tahu. Yang jelas, rebound biaya perbankan akan melunakkan pukulan dari (menurunnya) pendapatan perdagangan," ujar Chief Executive Officer (CEO) Barclays, Venkatakrishnan, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (21/9/22). 

Namun demikian, menurut Venkatakrishnan, pihaknya akan lebih mengantisipasi potensi berlanjutnya volatilitas yang ada di pasar, setidaknya pada triwulan I dan II tahun depan. Hal itu lah yang membuatnya yakin bahwa perubahan arah tren perekonomian baru akan mungkin terjadi pada semester II-2023 mendatang.

Sementara, Venkatakrishnan juga meyakini bahwa tren kenaikan suku bunga, terutama yang terjadi di Inggris, serta kebijakan kenaikan lain yang dilakukan oleh Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) bakal cukup mampu untuk mendinginkan situasi perekonomian dunia yang saat ini sedang memanas.

“Bank akan memberikan rincian lebih lanjut tentang biaya akhir dari apa yang disebut tawaran pembatalan untuk membeli kembali sekuritas dalam pesanan yang relatif singkat", tutur Venkatakrishnan.

Secara keseluruhan, Barclays juga percaya bahwa upaya Pemerintah Inggris untuk membatasi harga energi demi membantu masyarakat kalangan rentan bakal berdampak positif terhadap pereknomian. Senada dengan kebijakan suku bunga, langkah 'charity' ini diperkirakan bakal cukup mampu mendinginkan situasi perekonomian yang sedang memanas. (TSA)

Penulis: Bayu Rama

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD