IDXChannel - Nilai tukar rupiah turun 24 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp16.949 per USD pada akhir perdagangan Senin (9/3/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah didorong sentimen melonjaknya harga minyak melonjak dunia hingga 30 persen melampaui USD100 per barel.
“Serangan udara Israel dan AS menargetkan fasilitas minyak Iran selama akhir pekan, sementara Teheran membalas dengan meluncurkan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas minyak di negara-negara Timur Tengah,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (9/3/2026).
Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz dengan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran tersebut, menurut laporan. Selat tersebut merupakan sumber minyak utama bagi sebagian besar Asia, dan potensi penutupannya akan mengganggu pasokan sebagian besar wilayah tersebut.
Selain itu, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi, menandakan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.