Tirta menjelaskan, kapal tugboat 2.000 HP dan 1.600 HP akan dipakai untuk menangani berbagai kebutuhan operasional, seperti penarikan kapal besar di perairan. Sementara barge 300 feet akan memperkuat layanan pengangkutan kargo dengan kapasitas besar, sehingga meningkatkan efisiensi operasional di area dengan akses pelabuhan terbatas.
"Dengan tambahan kapal ini, HTC yang mengoperasikan kapal tugboat siap memulai pengoperasiannya pada awal 2025," katanya.
Secara umum, Tirta menilai, realisasi belanja modal HUMI tahun ini lebih tinggi dari sisi armada. Meski begitu secara nominal, angkanya lebih rendah dibandingkan 2023 karena batalnya pembelian kapal LNG yang memiliki nilai investasi signifikan.
"Meskipun pembelian kapal LNG batal terealisasi, kami tetap konsisten dengan visi untuk memperkuat layanan kami di sektor logistik maritim," ujar Tirta.
Hingga kuartal III-2024, HUMI membukukan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Sementara laba bersih emiten jasa angkutan logistik tersebut mencapai Rp124 miliar.
(Rahmat Fiansyah)