Atas pertimbangan tersebut, DBS mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham BCA dengan target harga Rp8.000 per unit.
Di pasar reguler, Rabu (17/6/2026), pukul 09.20 WIB, saham BBCA menguat 3,98 persen ke Rp6.525 per unit, menguat 6 hari beruntun atau setara dengan 26,70 persen dalam sepekan.
Penguatan tajam belakangan ini terjadi usai BBCA mengalami outflow asing yang deras yang turut menekan harga saham hingga ke level terendah sejak akhir Mei 2020.
Sebelumnya, analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi performa BBCA yang dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam fase pemulihan pasar saat ini.
“Saat IHSG rebound setelah mengalami tekanan jual yang ekstrem, maka wajar jika investor institusi akan berbondong bondong masuk ke saham blue chip yang salah harga. Saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BMRI dan BBRI menjadi salah pilihan utama karena memiliki kinerja keuangan yang sangat baik, fundamental kuat dan konsisten membagi dividen,” katanya.